Mari Mengampuni Martinez

ale fcb

Laga perempatfinal leg pertama antara Bayern Munchen vs Real Madrid dimenangi tim tamu dengan skor 1-2. Bermain di Allianz Arena, Bayern sebenarnya mendominasi di babak pertama, menciptakan beberapa peluang. Begitupun dengan Madrid yang sesekali melancarkan serangan.

Tim tuan rumah berhasil unggul terlebih dulu lewat sundulan Arturo Vidal. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum. Di babak kedua, Madrid berhasil menyamakan kedudukan saat laga baru berjalan tiga menit lewat sontekan Cristiano Ronaldo. Petaka bagi Die Roten setelah Javi Martinez diganjar dua kartu kuning dalam kurun waktu tak lebih dari lima menit. Bayern harus bermain di sisa 30 menit dengan 10 pemain. Keuntungan itu dimanfaatkan kubu Madrid untuk menguasai laga. Benar saja, Ronaldo kembali mencetak gol keduanya, sekaligus membalikkan skor menjadi 1-2. Skor tersebut bertahan hingga peluit akhir dibunyikan.

Tugas berat berada di kubu Philipp Lahm dkk. yang bertandang ke Santiago Bernabeu pekan depan. mereka harus mencetak minimal dua gol untuk memastikan diri lolos. Namun, itu bukanlah hal yang mudah.

Apa yang dapat dipelajari dari leg pertama tersebut?

Terlalu percaya diri bisa merugikan diri sendiri

vidal

Kepercayaan diri itu penting dan harus. Tapi, siapapun tahu, jika terlalu percaya diri justru berdampak buruk bagi diri sendiri. Dalam pertandingan ini, Arturo Vidal memang dikenal sebagai pemain yang tangguh dan bersemangat. Penampilan Vidal sebenarnya tidak jelek-jelek amat. Justru dia membuka keunggulan bagi Bayern. Itu membuatnya begitu percaya diri dan terus bermain maksimal. Di satu kesempatan, Bayern mendapat hadiah pinalti setelah Dani Carvajal dinyatakan handsball di babak pertama. Vidal sendiri selaku eksekutor justru gagal menambah gol. Bola hasil sepakannya melambung tinggi di atas gawang. Jika saja itu menjadi gol, tentu akan merubah jalannya pertandingan.

Terlihat Vidal begitu ambisius.

Mengampuni Javi Martinez

martinez

Sorotan jelas tertuju pada seorang Javi Martinez. Bagaimana tidak, tega-teganya Javi keluar lapangan di mana laga masih menyisakan 30 menit, sedangkan lawan yang dihadapi adalah Real Madrid. Alhasil, kerutan di wajah pendukung Bayern terpancar. Dua kartu kuning yang diterimanya dalam rentan waktu empat menit pasca juga dua kali melanggar Ronaldo, menjadi sebuah titik balik. Benar saja, Madrid menggelontorkan serangan kendati hanya satu gol yang berhasil diciptakan. Bayern tidak bisa berbuat apa-apa setelah kalah jumlah pemain. Tapi, apapun hasilnya, marilah mengampuni Javi Martinez!

Neuer the Wall!

neuer save

Julukan itu memang pantas disematkan pada Manuel Neuer. Bagaimana tidak. Andai saja Neuer tidak tampil hebat, Bayern bisa saja kebobolan lebih banyak lagi. Beberapa peluang emas Madrid dimentahkan Neuer begitu saja. Gareth Bale, Karim Benzema, dan Ronaldo silih berganti merusak rumah tangga pertahanan Bayern. Namun, Neuer berhasil menghindarkan Bayern kebobolan lebih banyak gol. Satu momen ketika Neuer berhasil memblok tendangan jarak dekat Ronaldo dengan satu tangan. Bisa saja, kalau salah antisipasi, tangan bisa patah. Tapi, Neuer the Wall.

Kendati kalah jumlah pemain, setidaknya tidak kalah besar seperti tim itu (10-2).

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s